KOREK RAHSIA

Loading...

FAVOURITE POST

Thursday, September 27, 2012

KISAH MOTIVASI & INSPIRASI - OKI SETIANA DEWI

Salam my readers,
Cuaca di sini hujan lebat dari malam semalam sampai sekarang. Tempat kamu? Okey, straight to the point. Tadi terbaca kisah benar yang menyentuh perasaan dan sangat memberi motivasi. Kisah yang dikongsikan oleh salah seorang peminat Oki Setiana Dewi (pelakon heroin Ketika Cinta Bertasbih yang memegang watak Anna Althafunnisa) dan dikongsikan oleh Oki di facebook. Memetik salah satu quote dalam kisahnya, tertarik dengan kata-katanya:

"Tak ada yang tak mungkin jika Engkau mengkendaki Ya Rab, ”fa-inna ma'a al'usri yusraan, inna ma'a al'usri yusraan”. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan".

Sangat benar. Setiap kesusahan yang kita hadapi, pasti ada penyelesaiannya dan hikmahnya yang baik untuk diri kita. Ku kongsikan kisah beliau dalam blog ini untuk memberi motivasi kepada kamu juga, manatau ada yang tak baca lagi atau yang tiada akaun facebook. Kisahnya bagi aku pengajaran dan motivasi untuk terus sabar dengan ujian Allah Taala. Terus sabar menanti rezeki pekerjaan tetap yang halal dariNYA. Insya'Allah. Ameen. Jom baca jika kamu ada masa terluang, Insya'Allah tak merugikan kamu malah ada kebaikan yg kamu akan perolehi. Sesungguhnya, berkongsi perkara kebaikan adalah sesuatu yang 'sweet' (^__^)v

Assalaamu’alaikum wr. Wb.

Sebelum aku menulis lebih jauh tentang kehidupan ku, izin aku memperkenalkan siapa aku. Aku, Siti Fariha anak pertama yang dilahirkan 24 tahun yang lalu dari rahim seorang bunda yang selalu jadi ispirasi dan semangat hidup ku, Bunda Asmiati yang merupakan istri dari ayah ku yang luar biasa kuat nya Dahlim.

Yah aku anak pertama dari 5 bersaudara, adik pertamaku bernama Syahrul Ramadhan usia nya 18 tahun, 6 tahun lebih muda dari diriku berpostur tinggi besar dan sangat senang bermain hadroh dari kecil hingga sekarang. Yang kedua saudara perempuan ku Miftah Hul Khoiriyah, baru kelas 6 SD, anak nya manis dan pintar. Senang rasanya ketika dia mengabariku jika dia dipilih untuk mewakili sekolah nya dan menang dalam kejuaran tersebut J J. Tak jauh dari nya, hanya selisih 18 bulan saja, lahirlah adik ku yang nomor tiga, Muhammad Ikhsan Radiansyah, sekarang sudah kelas 5 SD, dia amat senang shalawatan di masjid dan bermain hadroh, tak heran dia pun kadang tampil bersama dengan abang nya. Yang terakhir yang sangat dekat dengan ku, Muhammad Rizky Fadillah, baru masuk sekolah dasar tahun ini, tubuh nya mungil, pemikirannya kristis tapi mungkin itulah yang membuat dia pintar. Semangat belajar nya lebih besar dari yang lain padahal usia baru 6 tahun. Itu sebabnya tak heran dia lah yang paling muda diantara aku dan yang lain yang terlebih dahulu alqur’an diusia nya 5 tahun. Mereka semua harta ku. Semangat ku. Kebahagian ku. Senyumku. Maka nya aku selalu merindukan canda tawa dengan mereka disaat aku jauh.

Aku dibesarkan dari keluarga yang sangat sedehana. Bunda ku adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat baik. Bahkan bisa aku sebut luar biasa yang mampu membuat aku dan adik-adik ku tumbuh sehat. Ayah ku hanya seorang tukang ojek dengan penghasilan yang pas-pasan. Tapi alhamdulillah itu semua dari sumber yang halal. Kehidupanku tak selalu mulus tanpa hambatan. Dengan pekerjaan ayah ku itu, aku sadar akan kemampuan orang tuaku, makanya apapun yang aku inginkan aku perjuang kan sendiri. Aku hanya meminta doa restu dari mereka jika apa yang aku kerjakan dapat berjalan dengan baik dan apa yang cita-citakan tercapai.

Sebelum aku bercerita lebih jauh tentang perjuangan hidup ku dan hingga Allah memeluk ku dengan berjuta kasih sayang. Aku akan bercerita sedikit tentang masa kecil ku hingga sekarang. Sejak masuk sekolah dasar aku berusaha untuk gigih belajar, bagaimana caranya agar aku bisa berprestasi. Aku melakukan hal itu untuk mengejar Beasiswa yang ditawarkan oleh sekolah bagi mereka yang juara kelas dengan peringkat 1, 2 dan 3. karena dengan begitu aku dapat mengurangi beban orang tua ku, mereka tak perlu membayar uang sekolah. Jadi bisa sedikit lega untuk tambah – tambah biaya operasional rumah tangga dan adik pertama ku yang masih kecil. Alhamdulillah aku mendapat beasiswa sejak 4 SD hingga 6 SD karena aku mendapat juara 1 terus. Makanya ketika aku membaca buku pertama Oki ”Melukis Pelangi” aku teringat akan masa kecil ku itu. Mencari uang dengan berprestasi. J J J. Tak hanya itu aku turut membantu ibu-ibu dekat rumah memasang mute-mute untuk disuatu bahan yang panjang nya 5 sampe 7 meter. 1 kain nya aku dihargai 750 rupiah. Dan aku pun turut membantu menghias dompet dengan diupah 200 rupiah. Bagiku uang sebanyak itu sangat berarti dan sangat besar. Aku bisa menggunakan untuk ongkos sekolah. Yah setidak nya untuk naik angkot. Karena jarak rumah dan sekolah yang cukup jauh.

Setelah lulus sekolah dasar dengan NEM yang amat baik, aku masuk ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 255 Jakarta Timur. Sekolah yang membuat kesan pertama kali untuk ku adalah ini bukan sekolah untuk kelas ku. Yah, disekolah ini rata-rata adalah menengah ke atas. Awal nya aku minder, tapi aku sadar aku masuk sekolah ini karena prestasi ku. Aku pun kembali bersemangat ketika aku membayangkan bahwa aku akan mempertahankan prestasiku untuk beasiswa ku di SLTP ini. Alhamdulillah usaha ku tak sia-sia. Ketika kelas 2 aku pun mendapatkan beasiswa lagi sampai kelas 3. ini kerja keras ku ya Rab, untuk membahagiakan orang tuaku.

Lulus SLTP aku masuk Sekolah Mengenah Kejuruan. Aku lebih memilih kejuruan karena setelah lulus sekolah nanti aku ingin langsung kerja, bisa membantu orang tuaku menyekolahkan adik-adikku. Yah, karena ini adalah masa-masa sulit dimana ayahku tidak bekerja. Motor nya ditipu oleh temannya. Dan akhirnya ayahku serabutan. Di SMK aku lebih banyak menyibukan diriku di organisasi sejak kelas 1 hingga sekrang aku pun masih terlibat di organisasi walaupun hanya sebagai alumni. Tapi kesibukan ku tak merusak kegiatan belajarku. Aku sangat senang di sekolah ini, banyak ilmu yang dapat. Dan pengalaman yang luar biasa. Oh iya, karena sekolah ku adalah kejuruan aku mengambil Akuntansi karena aku sangat menyukai perhitungan. Ketika di tingkat 2 aku magang di beberapa perusahaan. Salah satunya adalah perusahaan otomotif yang mengantarkan aku di tempat kerja sekarang. Sekali lagi Allah begitu sayang kepadaku, disaat telas lulus sekolah dan orang lain sibuk melamar kerja. Aku sudah direkomendasikan dari manager tempat aku magang dulu untuk bekerja di salah satu perusahaan di Cikampek.

Inilah awal dari perjuangan hidup yang sesungguhnya. Aku jauh dari keluargaku, karena aku harus bekerja di Cikampek. Sekarang sudah 5 tahun aku bekerja disini. Manis asam bahkan pahit sekalipun aku pernah merasakannya. Awal aku mendapatkan hidayah dari Allah pun diperjuangan hidup ini. Aku dulu memang berhijab, tetapi sejak 14 Februari 2010 alhamdulillah aku sudah berhijab. Ini semua berawal dimana aku merasakan sakit yang luar biasa.

September 2009, pagi itu aku hendak mandi, seperti biasa itu lah aktifitas yang aku lakukan di hari kerja. Tetapi tak pernah aku sangka itulah awal dimana aku merasakan sakit yang luar biasa di perut ku. Saking sakitnya aku tak bisa berdiri tegap, ya Allah sungguh sakit, seperti diremas atau bahkan di tusuk benda tajam perut ku. Aku dilarikan kerumah sakit. Dokter dan perawat yang melihat ku pun terheran-heran dengan kesakitan yang aku rasakan. Seperti orang keguguran. Itulah yang mereka katakan. Walaupun mereka tau bahwa aku ini belum menikah. 1 hari aku berada dirumah sakit belum ada kabar aku sakit apa, sedangkan perut ku masih saja sakit. Bahkan untuk tidur pun aku tak bisa terlentang. Aku harus duduk untuk menahan rasa sakitnya. Baru hari ke 3 aku dikabarkan bahwa aku terkena Kista. Yaitu tumor jinak yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.

Ya Allah aku kaget mendengar nya terlebih dengan ukuran yang sangat besar dan berada di indung telur sebelah kanan. 9 cm itulah besar ukuran kista ku. Shock itu pasti terlebih dengan bunda ku yang selama 3 hari menunggui ku dan mendapatkan kabar seperti itu. Tak pernah ada keluhan apapun di perut ku selama ini. Tapi ya sudahlah bukankah semuanya atas kehendak Mu Ya Rabb.

Aku pun di rujuk ke Jakarta, untuk operasi lebih lanjut. Tapi sebelum operasi aku harus melakukan serangkain tes pra operasi. Mulai dari USG, ECG, tes ginjal dan serangkaian tes lainnya yang membutuhkan waktu kurang lebih 3 minggu. Selama 3 minggu ini adalah masa-masa berat ku. Aku menjadi seorang yang minder. Takut dan segan bertemu dengan orang. Apalagi ditanya tentang penyakitku. Tapi disaat itulah tak henti-hentinya bundaku selalu berkata ”Allah begitu sayang sama kaka, sehingga Dia kasih ujian seperti ini. Kaka harus kuat, sabar, ikhlas dan bersyukur. Insya Allah semua akan baik-baik aja. Inget ka, tidak ada suatu musibah pun yang tidak ada hikmahnya. Anggap ini suatu tangga untuk kamu naik ke level berikutnya”. Subhanallah, benar seharusnya seperti itu. Air mata ku mengalir dengan deras dengan tetap berada di pelukan bunda. Ya aku harus kuat, harus sabar. Bukankah Engkau begitu sayang kepadaku ya Rab, sehingga Engkau menegur ku dengan cara seperti ini. Engkau ingin aku terus berada disisMu, selalu mengingat Mu, Ya Allah maafkan aku yang kadang lupa kepada Mu.

Semangat dari keluarga, teman, sahabat dan orang-orang disekitar ku inilah yang membuat ku kuat, dan tak merasa minder lagi.

3 Oktober 2009, dimana hari itulah aku dioperasi. Sebelum operasi tim dokter yang terdiri dari 6 dokter dan 6 koas menghampiriku. Seorang dokter wanita diantara mereka duduk di sampingku merangkulku dan berkata ”Jika suatu barang yang dititipkan sama kamu dan barang tersebut akan diminta kembali oleh pemilik nya, apa akan kamu kasih?”. suasana dikamar pasien hening seketika dan seketika itu pula aku bingung dengan pertanyaan sang dokter. ” Ya Rabb, apa yang sebenarnya akan terjadi?” tanyaku dalam hati.

Kuhela nafas panjang dan aku bergumam ”Apapun yang terjadi nanti ketika aku operasi dan hasil dari operasi tersebut, aku siap, aku ridho, aku ikhlas. Karena aku yakin inilah yang terbaik untuk ku. Insya Allah, Engkau telah menyiapkan hadiah istimewa untukku ya Rab”.

Kuberanikan diri menjawab pertanyaan nya, ”Saya akan kembalikan dok, ehmm kalau boleh tau memang nya ada apa dok?”. Dokter semakin erat merangkul pundakku ”Insya Allah tidak ada apa-apa” ucapnya sambil tersenyum. ”Bedasarkan hasl USG terakhir, jenis kista mu adalah kista endometriosis, dia menempul di dinding rahim mu. Jika nanti memang usaha yang kami lakukan tidak berhasil dikarenakan besarnya kista mu sudah mencapa 15 cm, maka hal yang paling buruk adalah rahim mu akan diangkat. Apakah kamu ikhlas?” .

Astagfirullah... air mata ku tak bisa ditahan lagi, mengalir deras dengan berjuta pertanyaan dikepalaku. Tak sempat ak berkata apa-apa dokter pun langsung berkata ”Berdoalah, Allah itu maha Pengasih dan Penyayang, tak ada yang tak mungkin jika Dia telah berkehendak. Asalkan kamu ikhlas dan tetap yakin bahwa Allah selalu ada untuk menolong kamu. Insya Allah semua akan baik-baik saja”.

Benar apa yang diucapkan oleh dokter, yang aku lakukan harusnya berdoa, bukan menangis dan yakin bahwa ini akan baik-baik saja. ”Iya Dok. Insya Allah saya ikhlas” kata ku seraya tersenyum. Sang dokter pun memeluk ku dengan erat.


3 Oktober 2009 pukul 10.00 wib.

Ruangan ini terasa dingin, benar-benar dingin nya menusuk tulang-tulang ku yang saat itu telah terbaring di maja operasi. ”Bismillah, berdoa ya Fariha” ucap sang dokter. Aku hanya mengangguk dan tersenyum kepadanya. satu suntikan telah dimasukkan ke pundak ku, selanjunya ke tangaku dan entah lah sudah berapa jarum suntik yang telah menusuk tubuh ku dan berapa ratus obat yang telah aku minum, seingga suntikan ini pun tak terasa oleh tubuhku.

Aku sadar ketika operasi sedang berjalan. Karena aku hanya di bius lokal. Yang terdengar sekarang hanya suara para dokter dan suara benda-benda yang mungkin itu adalah gunting, pisau atau entahlah aku tak sanggup melihatnya. Aku hanya berdoa dan berdoa. Menenangkan hati ku dan meyakinkan bahwa semua akan baik-baik saja. Tak terasa ternyata aku tertidur. Ehmm... sepertinya ini adalah efek semalam karena aku terlalu gelisah memikirkan hari ini sehingga aku tak tidur. Tak terasa ternyata telah selesai dan aku sudah ada diruang isolasi. Dingin menyeruak ke dalam tubuh ku. Lebih dingin dari yang tadi. Tak berapa lama aku bangun dari tidur ku ternyata sakitnya mulai terasa, sakit Ya Rab sungguh sakit. Tak tahan rasanya. Sepertinya obat bius nya telah habis. Seorang dokter datang menghampiriku mengelap air mata ku dan tersenyum kepadaku. Aku tak mengerti apa makna senyumnya saat itu.

Tak berapa lama, aku sudah dipindahkan ke ruang pasien. Alhamdulillah semua berjalan lancar, ucap bathin ku. Sudah tak terpikir kan oleh ku apa yang diambil dari operasi tadi. Sekarang yang terpenting adalah semangat untuk sembuh seperti dulu kala. Recovery nya pasti cukup lama. Untunglah aku mempunyai atasan yang begitu mengerti kondisi ku, keluarga yang sayang kepadaku, teman, sahabat yang begitu perhatian kepadaku, dan aku memiliki Mu, Dzat Maha Pengasih dan Penyayang, yang tak henti-hentinya memberi petunjuk kepadaku.

Tak terasa sudah hampir seminggu aku di rumah sakit. Tiba saat nya sang dokter datang, mengatakan hasil dari operasi bebera hari lalu. Ahh.. tak perlu aku risaukan. Bukankah aku sudah ikhlas menerima apapun itu. Yahh, ada Allah yang selalu bersamaku, menguatkan dan meyakinkan aku bahwa semua akan baik-baik saja. Dan semua ini atas kehendak Nya pula.

”Bagaimana kondisi kamu Fariha?, sudah bisa berlari kan”, ucap sang dokter seraya bercanda kepadaku. ”alhamdulillah dok sudah lebih baik, sudah bisa jalan sendiri, walau agak sakit perut nya” ucapku. ”Saya ganti dulu ya perban nya dengan yang anti air, insya allah hari ini kamu sudah boleh pulang. Jaga makanan nya ya, minum obat yang teratur, dan jangan lupa nanti minggu depan control kembali sekaligus kita lihat hasil check patolagi nya” ucap sang dokter sambil terus mengobati hasil jahitan di perutku, aku pun hanya mengangguk. Ehm dari mulutku ingin sekali bertanya tentang bagaimana hasil nya operasi kemarin. Bismillah aku akan bertanya, aku harus berani dan kuat. ”ehmm dokter....” ucapku. ”iyah, ada apa? Pasti mau bertanya yah?” sepertinya sang dokter sudah paham dengan apa yang ingin aku tanyakan, belum sempat aku mengiyakan iya pun berkata. ”Orang sabar itu di sayang Allah, Ikhlas itu akan berbuah manis walau awalnya terasa sulit dan pahit, apalagi ketika kita mencoba sabar dengan apa yang terjadi. Tapi itulah perjuangan untuk mendapatkan suatu keikhlasan dan kesabaran. Alhamdulillah Allah mengabulkan doa kamu, tidak ada yang diambil satu pun dari tubuh mu kemarin. Hanya kista nya saja yang kami ambil. Itu mukzizat namanya. Padahal saya dan tim dokter lainnya sudah memperkirakan bahwa indung telur atau bahkan rahim mu yang kami ambil. Itu bukti dari kesabaran dan keikhlasan kamu” sang dokter berucap sambil memandangku dan tersenyum manis, bahkan aku pikir sangat manis dengan jilbab merah marun yang dia kenakan saat itu. Aku tak bisa berkata apa-apa selain air mata ku yang mengalir dan terus berucap syukur kepada Mu ya Rab.

Di hati dan pikiranku terus berucap. Tak ada yang tak mungkin jika Engkau mengkendaki Ya Rab, ”fa-inna ma'a al'usri yusraan, inna ma'a al'usri yusraan”. Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.Subhanallah, inilah yang disebut indah pada waktunya.

Tawa bahagia tersungging dari diriku dan keluarga ketika aku memberitahukan apa hasilnya. Tak henti-hentinya rasa syukur terucap dibibir mereka dan dibibir diriku. Insya Allah aku akan berhijab setelah ini. Itu janjiku dalam hati.

14 Februari 2010

Sejak kejadian itu, aku berusaha memantapkan hatiku. Dan akhirnya tepat dihari itu, aku pun menunaikan janjiku untuk berhijab. Walau stock jilbab ku yang belum banyak, baju-baju ku yang belum ada. Tapi toh akan ada jalan jika niat ku baik. Betulkan? Hari pertama masuk kerja dengan jilbab dikepalaku semua tampak kaget. Ya berbagai respon yang ada terhadap diriku, tepatnya dengan perubahanku. Ada yang senang, terlebih ketika rekan kerjaku memeluk ku dan mengucapkan selamat atas perubahanku. ”Makin cantik kan dengan berjilbab?, semoga istiqomah ya” ucap rekan ku. aku hanya tersenyum malu. ”iya makasih ya bu, insya allah, doakan ya” ucapku.

Ada yang senang tapi ada yang tak suka sepertinya dengan perubahan ku. Dia adalah atasan ku. Aku merasakan hal yang aneh dengan atasan ku sejak aku berjilbab. Aku jarang di panggil, dan atasan ku tak melihat ku ketika berbicara. Itu semua terjadi selama 4 bulan. Padahal selama ini dia biasa saja dengan ku. Ah.. sudahlah mungkin dia tak siap dengan perubahanku. Ini adalah pilihan ku. Jika dengan berjilbab aku di keluarkan dari perusahaan, aku tak khawatir. Rezeki ku ada dimana pun selagi aku mau berusaha mencari nya. Oh iya, atasan ku adalah seorang non muslim keturunan cina. Makanya dia terlihat kaget ketika aku berjilbab. Tapi aku tau dia adalah orang yang baik yang memang saja pada saat ini belum siap menerima perubahanku. Tapi insya allah semua ka baik-baik saja.

Benar saja, setelah 4 bulan diam terhadapku dan jarang sekali berinteraksi dengan ku, tiba-tiba dia memanggilku. Dan berkata ”Selamat ya fariha, semoga tetap istiqomah” subhanallah, ini lah buah dari kesabaranku selama 4 bulan belakangan ini. Kadang aku menangis karena melihat sorot mata yang tak suka dengan penampilaku, atau bahkan ketus dengan pertanyaan yang aku ajukan tentang pekerjaan. Tapi tak pernah aku tunjukan muka masam kepadanya. Bukankah ketika orang lain tak suka dengan kita kita tak boleh membalanya dengan hal yang sama. Aku selalu tersenyum dihadapannya. Dan kini air mataku dulu terbalaskan. Ahh ternyata atasan ku mungkin hanya mengetes ku saja kemarin-kemarin. Tapi sungguh toleransi yang dia berikan sangat baik terhadap yang berbeda dengan keyakinan nya.

Sejak hari itu, pekerjaan ku dan hubungan ku dengan atasaku sudah kembali normal hingga sekarang. Dulu sebleum aku berjilbab dia kadang mengingatkan aku sudah shalat belum, dan setelah aku berjilbab dia makin sering mengingatkan aku. Ehmm, dia sebanrnya banyak tau tentang islam, tentang agama yang aku cintai ini. Semoga saja Allah akan memberikan hidayah kepada nya, betapa indahnya islam itu. Amiin.

Akhir kata, aku pun selalu berdoa.

Ya Allah, jadikan aku hamba yang selalu bersyukur dengan segala kondisi kehidupanku, dengan apa yang aku aku terima, karena dengan begitu maka berkah lah apa yang aku jalankan.

Ya Allah, bentuklah aku menjadi pribadi yang selalu sabar dalam menghadapi segala masalah kehidupanku. Agar aku menjadi lebih bijak dalam menghadapi nya.

Ya Allah, ajarkan aku makna ikhlas, agar aku dapat merelakan apa yang memang bukan hak ku, apa yang sudah di gariskan untuk. Apa yang telah menjadi ketentuan dalam hidupku. Karena apa yang menurut ku baik, belum tentu menurut Mu itu juga baik.

Ya Allah jadikan lah hatiku sebaik-baiknya hati yang dapat merasakan apa yang dirasakan oarang tua ku, adik-adik ku, sahabat ku, teman ku dan orang – arang disekelilingku agar aku tak mampu membuat hati mereka tersakiti oleh ucapan dan tingkah lakuku. Agar aku selalu dapat membuat mereka tersenyum bahagia, sebgaiman itulah yang selalu mereka lakukan untuk ku.

Jadika aku tetap istiqomah dengan agamaku, dengan ajaran MU. Amiin.

Aku sangat mencintai Bunda ku, Ayahku, dan adik-adiku ku.

Terima Kasih Oki, telah mengijinkan aku untuk berbagi tulisan ini.

Dan Mohon doanya untuk recovery pas off appendicsitis yang beberapa waktu lalu aku laksanakan. Ke dua kalinya aku masuk ruang operasi dan insya allah ini yang terakhir.

Mungkin inilah teguran kembali untuk ku untuk menjadi lebih baik lagi. Aminn.

Perjuangan Hidup dalam Sejuta Rasa
Ditulis oleh Siti Fariha
sumber: Fanpage Facebook Oki Setiana Dewi

Mencari Pelangi, Cahaya di Atas Cahaya & Sejuta Pelangi - Oki Setiana Dewi. Di mana nak beli buku-buku Oki ni? nak semua :'( Lamanya tak baca buku-buku motivasi islamik. I need to start it again to motivate myself. Ohhhhhhhh.

must read---> Koleksi Buku Motivasi Islamik Terbaik

Ads Text

TAG: OKI SETIANA DEWI, CERPEN TERBAIK, NOVELIS INDONESIA, BEST SELLER BOOK, CERPEN MOTIVASI, CERPEN ISLAMIK, FACEBOOK OKI SETIANA DEWI, PELAKON KETIKA CINTA BERTASBIH, MENCARI PELANGI, CAHAYA DI ATAS CAHAYA, SEJUTA PELANGI,

Anda sedang membaca artikel KISAH MOTIVASI & INSPIRASI - OKI SETIANA DEWI dan link url bagi artikel ini adalah http://www.suterakasihyann.com/2012/09/kisah-motivasi-inspirasi-oki-setiana.html
Semoga artikel KISAH MOTIVASI & INSPIRASI - OKI SETIANA DEWI ini dapat memberi manfaat untuk semua.

6 COMMENTS:

Anum said...

good entry

Myra Jay said...

Itulah hikmah bila kita redha, semua tu ujian untuk menguji kita.

NM02 said...

hi hi hi...

ok, tarik nafassssss.... lepas.... tahan...... lepas!

mula baca lepas anto komen ni. mak ai, pjgnyer n3..

hehehe

Dkna Abza said...

kadang2 redha tu lebih baik kan..hehee..

pakai nick name apa kat wechat ? jom sesama add.. masih kekal ngn nama dkna abza :)

nuyui a.k.a miss YUI said...

entry pnjg tp ada baiknya =)

puteri kasih said...

nice sharing :)

puteri pun suka baca buku motivasi..rasa lebih bersemangat :)

READ ME, PLEASE?